Meebook M6, Best Buy Saya Seumur Hidup!

Meebook M6, Best Buy Saya Seumur Hidup!

Di akhir tahun 2025 lalu, ramai orang membahas best buy mereka sepanjang tahun. Kalau ditanya best buy saya di 2025, jawabannya adalah beli sepeda motor hehehe. Tapi kalau dipikir-pikir, ada satu pembelian yang menurut saya jauh lebih best buy dari itu, meskipun saya belinya di tahun 2023. Yaitu produk yang akan saya review ini, Meebook M6.

Awalnya saya tertarik dengan Kindle sejak 2017. Saat itu rasanya sangat menarik, bisa membaca buku dari mana saja, koleksi buku digital tersedia banyak. Masalahnya, gaji saya waktu itu masih UMR sekitar 3 juta. Sementara harga Kindle kala itu sekitar 2–3 juta. Jadi benda itu masuk kategori kebutuhan tersier yang harus saya tunda dulu.

Dari 2018 ke atas, rasa penasaran itu terus terpelihara. Saya coba siasati dengan membeli tablet 8 inci dengan harga yang lebih terjangkau, salah satunya tablet Mito T8 yang berukuran kurang lebih 8 inci. Logikanya, tablet lebih worth it karena bisa dipakai untuk hal produktif lain selain baca buku.

Tapi ada rupa ada harga. Layar IPS dari tablet murah itu ternyata tidak nyaman untuk membaca dalam waktu lama. Kepala saya pusing setelah beberapa saat membaca.

Beberapa tahun kemudian, saya mendapatkan iPad dari kantor. Saya pikir masalah selesai karena layar lebih bagus, ukuran lebih besar, gratis pula. Ternyata pengalaman membaca di iPad tetap tidak jauh berbeda. Layar tetap melelahkan mata, apalagi bagi saya yang punya mata minus dan silinder. Rasanya sama seperti kebanyakan main HP, ujung-ujungnya pusing.

Kenapa Meebook, Bukan Kindle?

Di tahun 2023, ketika saya memutuskan melanjutkan kuliah S1, saya rasa sudah saatnya benar-benar membeli e-reader. Kuliah artinya banyak modul yang harus dibaca, dan saya tahu tablet atau HP tidak akan cukup nyaman untuk itu.

Ketika mulai mencari, saya menemukan bahwa Kindle ternyata bukan satu-satunya pilihan untuk membaca melalui gadget. Ada brand lain dengan kualitas dan spesifikasi yang layak dijadikan pertimbangan, salah satunya Meebook M6.

Perbedaan utamanya ada di sistem operasi. Kindle sangat terikat dengan ekosistem Amazon. Meebook M6 berbasis Android, sehingga saya bisa menginstall berbagai aplikasi sumber buku. Saya bisa menginstall Google Play Books yang punya banyak koleksi buku berbahasa Indonesia. Saya juga bisa menginstall aplikasi Al-Quran, bahan ajar digital dari Universitas Terbuka, hingga aplikasi perpustakaan seperti iPusnas.

Memang tidak semua aplikasi bisa diinstall karena Android di Meebook ini bukan versi terbaru. Beberapa aplikasi yang membutuhkan Android versi terkini tidak bisa berjalan. Tapi aplikasi-aplikasi yang saya sebutkan tadi sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan membaca saya.

Review Meebook M6: Pengalaman Membaca yang Berbeda

Meebook M6, Best Buy Saya Seumur Hidup!
Foto: MakeUseOf

Membaca dengan Meebook M6 ini benar-benar memanjakan mata. Layarnya menggunakan teknologi e-paper, sehingga tampilannya hampir seperti membaca kertas, bukan layar. Di siang hari, tidak ada cahaya menyilaukan. Di malam hari, layarnya bisa dinyalakan dengan cahaya warm yang tetap nyaman di mata, tidak seperti cahaya biru dari layar HP yang bikin mata perih kalau dibaca menjelang tidur.

Satu fitur lain yang saya anggap penting adalah ukuran font yang bisa disesuaikan. Dulu saya tidak terlalu peduli soal ini. Tapi setelah saya perhatikan, tidak semua orang punya penglihatan yang normal 100%. Fitur ini sangat membantu bagi siapapun yang punya keterbatasan dalam membaca. Dan karena font bisa diperbesar, ukuran layar 6 inci pun terasa cukup, malah justru jadi ukuran yang sangat ideal karena kompak dan mudah dibawa ke mana-mana.

Kekurangannya

Performanya lemah jika dibandingkan dengan HP atau tablet biasa. RAM 3GB dengan internal 32GB, plus bisa ditambah SD card, ternyata tidak sama dengan tablet yang memiliki spesifikasi sama. Gadget ini berjalan sangat lamban dalam pengoperasiannya. Tapi, ini bukan masalah besar. Tujuan kita membuka e-reader memang untuk membaca buku, bukan untuk multitasking.

Soal baterai, ini mungkin perlu diakui sebagai kekurangan jika dibandingkan buku fisik yang tidak butuh daya sama sekali. Dengan pemakaian normal, baterainya bisa bertahan 2–3 hari. Kalau sering membaca, mungkin 1–2 hari.

Tapi kalau saya bandingkan dengan memiliki 20 buku fisik yang butuh satu koper untuk dibawa-bawa, versus 20 buku digital yang tersimpan di satu benda seukuran telapak tangan, menurut saya Meebook M6 ini tetap sangat worth it.

Meebook M6 yang saya review ini adalah versi tanpa warna. Sekarang sudah ada versi berwarna. Menurut saya, perbedaannya tidak terlalu signifikan karena mayoritas buku memang tidak berwarna, kecuali di bagian cover. Tapi kalau Anda banyak membaca komik atau konten visual lain, versi berwarna bisa jadi pilihan yang menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel lainnya