<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Digital Enthusiast Archives - Runje Muhammad Riswan</title>
	<atom:link href="https://runjemuhammad.com/category/belajar-konten-marketing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://runjemuhammad.com/category/belajar-konten-marketing/</link>
	<description>Digital Marketer &#124; Content Specialist</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Dec 2025 12:17:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2023/07/cropped-runjemuhammad-min-32x32.jpg</url>
	<title>Digital Enthusiast Archives - Runje Muhammad Riswan</title>
	<link>https://runjemuhammad.com/category/belajar-konten-marketing/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cek Akun Gmail Kamu! Akan Nonaktif Setelah Nganggur 2 Tahun</title>
		<link>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/akun-gmail-dinonaktifkan/</link>
					<comments>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/akun-gmail-dinonaktifkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Runje Muhammad Riswan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 14:56:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Digital Enthusiast]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Digital update]]></category>
		<category><![CDATA[Email]]></category>
		<category><![CDATA[Gmail]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://runjemuhammad.com/?p=371</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selamat datang! Beberapa hari lalu saya dapat notif langsung dari Google bahwa akun Gmail saya akan dinonaktifkan karena tidak aktif lebih dari 2 tahun. Setelah kejadian ini, saya jadi ingin share kamu harus banget cekin akun Gmail kamu karena Google sekarang punya kebijakan yang bikin akun Gmail yang nganggur lebih dari 2 tahun bisa dinonaktifkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/akun-gmail-dinonaktifkan/">Cek Akun Gmail Kamu! Akan Nonaktif Setelah Nganggur 2 Tahun</a> appeared first on <a href="https://runjemuhammad.com">Runje Muhammad Riswan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Selamat datang! Beberapa hari lalu saya dapat notif langsung dari Google bahwa <em>akun Gmail saya akan dinonaktifkan karena tidak aktif lebih dari 2 tahun</em>. Setelah kejadian ini, saya jadi ingin <em>share</em> kamu harus banget cekin akun Gmail kamu karena Google sekarang punya kebijakan yang bikin akun Gmail yang nganggur lebih dari 2 tahun bisa dinonaktifkan bahkan dihapus permanen kalau kamu nggak pernah login atau pakai layanan Google-nya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai <a href="https://runjemuhammad.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">digital marketer</a>, saya punya banyak banget akun email buat bikin akun medsos, testing campaign, simpan aset, dan sebagainya. <em>Nggak </em>jarang ada akun yang cuma dipakai sekali atau dua kali buat verifikasi terus setelah itu <em>nganggur </em>berbulan-bulan bahkan sampai dua tahun lebih. Itu berarti akun-akun itu bisa benar-benar hilang dari peta kalau Google menganggap sudah tidak aktif lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengalaman ini buat saya <em>cek n ricek</em> kembali seputar kebijakan ini. Ternyata, Google sejak Mei 2023 memang sudah mengumumkan kebijakan Inactive Google Account Policy, alias kebijakan penghapusan akun yang tidak aktif selama dua tahun berturut-turut. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Tujuan utamanya adalah meningkatkan keamanan dan mencegah penyalahgunaan akun yang sudah lama ditinggalkan pemiliknya. Jika sebuah akun dianggap tidak aktif, Google akan mengirimkan beberapa peringatan sebelum akhirnya menonaktifkan dan menghapus akun beserta seluruh datanya. Penjelasan resminya bisa dibaca di <a href="https://blog.google/technology/safety-security/updating-our-inactive-account-policies/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">blog Google</a>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kenapa Akun Gmail Bisa Dinonaktifkan Karena Inaktif?</h2>



<figure class="wp-block-image aligncenter size-large is-resized"><img decoding="async" src="https://uthinkcreative.com/wp-content/uploads/2022/10/email.png" alt="" style="aspect-ratio:1.4858953820436025;width:593px;height:auto"/></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Google mendefinisikan akun tidak aktif sebagai akun yang tidak pernah login atau tidak digunakan dalam layanan Google apa pun selama 2 tahun. Ini termasuk Gmail, Drive, Photos, Docs, bahkan YouTube dan kalender kamu. Kalau akun dinilai tidak aktif selama periode itu, Google berhak menghapus akun dan semua datanya setelah ngasih beberapa peringatan melalui email utama atau email pemulihan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Intinya, bukan cuma sekadar inbox Gmail yang hilang. Semua layanan yang terhubung dengan akun itu bisa ikut musnah kalau kamu nggak pernah hidupin akunnya lagi. Lalu, apakah akunnya bisa diambil lagi?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya coba untuk membuat akun baru dengan nama akun yang sama dengan akun saya yang dihapus Google tersebut. Hasilnya, Google bilang kalo &#8216;username sudah digunakan&#8217; artinya tidak bisa untuk membuat akun baru dengan nama akun Gmail yang dihapus itu.</p>



<div class="schema-how-to wp-block-yoast-how-to-block"><p class="schema-how-to-description"><strong>Tips Biar Akun Gmail Kamu Selalu Aman</strong></p> <ol class="schema-how-to-steps"><li class="schema-how-to-step" id="how-to-step-1765896329790"><strong class="schema-how-to-step-name">Tetapkan 1 Akun Email Utama</strong> <p class="schema-how-to-step-text">Gunakan satu akun Gmail sebagai email utama dan login secara rutin setiap beberapa bulan sekali. Ini jadi dasar supaya Gmail utama kamu selalu dianggap aktif.</p> </li><li class="schema-how-to-step" id="how-to-step-1765896362067"><strong class="schema-how-to-step-name">Saling Koneksikan Akun Gmail Lain ke Utama</strong> <p class="schema-how-to-step-text">Kalau kamu punya banyak akun Gmail buat daftar medsos atau testing, hubungkan semua akun itu ke email utama sebagai recovery email. Jadi ketika ada peringatan dari Google, kamu tetep kebagian notifikasi penting.</p> </li><li class="schema-how-to-step" id="how-to-step-1765896416634"><strong class="schema-how-to-step-name">Aktifkan Two Factor Authentication</strong> <p class="schema-how-to-step-text">Langkah ini bukan cuma soal supaya akun kamu <em>nggak </em>dibajak <em>hacker</em>, tapi juga menambah nilai keamanan secara keseluruhan dan bikin akun kamu tetap terlindungi meskipun jarang dipakai.</p> </li></ol></div>



<p class="wp-block-paragraph">Terakhir, karena menurut saya ini masih belum jadi perhatian utama banyak pengguna Gmail, cek semua akun Gmail yang kamu punya sekarang juga, jangan sampai kamu kehilangan data, aset, atau akses cuma karena lama <em>nggak </em>dibuka. Kalau belum dicek, buruan cek akun Gmail kamu sekarang, siapa tahu Google udah ngirimin email peringatan juga. Sampai jumpa!</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/akun-gmail-dinonaktifkan/">Cek Akun Gmail Kamu! Akan Nonaktif Setelah Nganggur 2 Tahun</a> appeared first on <a href="https://runjemuhammad.com">Runje Muhammad Riswan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/akun-gmail-dinonaktifkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Page 11: Konten Visual yang Nendang, Bikin Audiens Checkout Keranjang</title>
		<link>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/konten-visual/</link>
					<comments>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/konten-visual/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Runje Muhammad Riswan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2025 08:56:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Digital Enthusiast]]></category>
		<category><![CDATA[Konten marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Konten visual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://runjemuhammad.com/?p=312</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selamat datang! Sama dengan copy, visual juga punya peran besar dalam membantu konten marketing menjadi lebih efektif. Tapi bukan sekadar &#8220;bagus&#8221; atau &#8220;estetik&#8221;. Konten visual yang efektif adalah yang bisa mengarahkan perhatian, menjelaskan pesan, dan memicu aksi. Dalam dunia konten marketing, visual bukan lagi pelengkap. Ia adalah pengantar utama pesanmu. Saat teks panjang belum sempat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/konten-visual/">Page 11: Konten Visual yang Nendang, Bikin Audiens Checkout Keranjang</a> appeared first on <a href="https://runjemuhammad.com">Runje Muhammad Riswan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Selamat datang! Sama dengan copy, visual juga punya peran besar dalam membantu konten marketing menjadi lebih efektif. Tapi bukan sekadar &#8220;bagus&#8221; atau &#8220;estetik&#8221;. Konten visual yang efektif adalah yang bisa mengarahkan perhatian, menjelaskan pesan, dan memicu aksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam dunia konten marketing, visual bukan lagi pelengkap. Ia adalah pengantar utama pesanmu. Saat teks panjang belum sempat dibaca, visual sudah lebih dulu menyampaikan sesuatu.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kenapa Konten Visual Begitu Berpengaruh?</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Penelitian dari <a href="https://blog.schoters.com/kenalan-dengan-mit" target="_blank" rel="noreferrer noopener">MIT</a> menyebutkan bahwa otak manusia memproses gambar dalam waktu 13 milidetik—lebih cepat dari kedipan mata. Ini menjelaskan kenapa visual yang tepat bisa langsung memikat, bahkan sebelum caption terbaca.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Visual yang kuat dapat:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Menjelaskan konsep kompleks secara cepat.</li>



<li>Menguatkan emosi yang ingin disampaikan.</li>



<li>Meningkatkan kemungkinan konten dibagikan.</li>



<li>Meningkatkan <em>conversion </em>(klik, beli, daftar).</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi pertanyaannya: <strong>seperti apa visual yang &#8216;nendang&#8217; itu?</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>1. Desain yang Jelas dan Fokus</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Visual yang terlalu ramai justru bikin bingung. Prioritaskan satu pesan utama. Misalnya dalam konten promo, cukup tampilkan headline, visual produk, dan satu CTA. Jangan paksakan semua informasi sekaligus. Kamu dapat mencontoh iklan dari Grab di bawah ini.</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="512" src="https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/04/image-1024x512.png" alt="" class="wp-image-315" style="width:593px;height:auto" srcset="https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/04/image-1024x512.png 1024w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/04/image-300x150.png 300w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/04/image-768x384.png 768w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/04/image-850x425.png 850w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/04/image.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>2. Konteks yang Relevan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Visual yang bagus juga harus diselaraskan dengan tone, warna, dan gaya desain sesuai dengan identitas brand. Selain itu, pastikan juga visual tersebut dapat memanjakan mata audiens atau setidaknya tidak mengganggu mereka dalam melihatnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai contoh di bawah ini, iklan iPhone yang memberikan langsung produknya dan keunggulannya. Juga tone warna yang menjelaskan fitur &#8220;low-light performance&#8221;-nya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/04/image-1-1024x576.webp" alt="" class="wp-image-316" style="width:531px;height:auto" srcset="https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/04/image-1-1024x576.webp 1024w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/04/image-1-300x169.webp 300w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/04/image-1-768x432.webp 768w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/04/image-1.webp 1080w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/04/image-1-850x478.webp 850w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>3. Gunakan Format yang Tepat</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya poster, konten visual juga dapat disajikan dalam bentuk carousel, infografik, animasi ringan, atau video pendek. Kamu bisa kamu pilih sesuai tujuan. Jangan lupa, ukuran dan format harus disesuaikan dengan <em>platform </em>yang digunakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Contoh:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Infografik untuk menjelaskan proses.</li>



<li>Carousel untuk tips step-by-step.</li>



<li>Video untuk tutorial atau behind the scene.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin kamu bertanya, &#8220;sebagai seorang content marketer, kenapa saya harus memahami ini? Ini kan tugasnya desainer&#8221;. Bisa iya, bisa tidak. Memang seorang desain grafis harus lebih memahami perkara konten visual, tapi bukan berarti kamu bisa lepas dari pengetahuan ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memahami bagaimana konten visual yang menarik akan memudahkan kamu dalam menyajikan konten yang sempurna dengan <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/formula-copywriting/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">copy</a> dan visual yang selaras kehebatannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Eh, tapi, gimana kalau ternyata kamu ga punya tim desain? Tenang, untuk membuat visual yang baik tidak melulu harus menggunakan <em>tools </em>yang berat. Canva, CapCut, atau bahkan PowerPoint bisa jadi kamu andalkan. Yang penting: tahu tujuannya dan bagaimana menyampaikan pesan secara visual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Visual yang baik bukan yang paling canggih, tapi yang paling nyambung. Semakin kuat visual kamu mengantarkan pesan, semakin besar kemungkinan audiens melakukan aksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di artikel berikutnya, kita akan bahas bagaimana kontenmu bisa “nempel” di kepala audiens lewat strategi distribusi yang tepat. Sampai jumpa!</p>
<p>The post <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/konten-visual/">Page 11: Konten Visual yang Nendang, Bikin Audiens Checkout Keranjang</a> appeared first on <a href="https://runjemuhammad.com">Runje Muhammad Riswan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/konten-visual/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Page 10: Formula Copywriting yang Bikin Konten Kamu Jadi Penting</title>
		<link>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/formula-copywriting/</link>
					<comments>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/formula-copywriting/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Runje Muhammad Riswan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2025 15:55:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Digital Enthusiast]]></category>
		<category><![CDATA[Copy]]></category>
		<category><![CDATA[Copywriting]]></category>
		<category><![CDATA[Formula copywriting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://runjemuhammad.com/?p=308</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selamat datang! Saya setuju bahwa konten yang menarik itu bagus. Tapi konten yang membuat audiens kamu jadi tergugah untuk melakukan sesuatu, itu lebih penting. Karena itulah dibutuhkan formula copywriting. Dalam konten marketing, kemampuan menyusun kata yang bisa mendorong audiens untuk klik, daftar, beli, atau sekadar share adalah bagian dari yang disebut copywriting. Copywriting yang efektif [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/formula-copywriting/">Page 10: Formula Copywriting yang Bikin Konten Kamu Jadi Penting</a> appeared first on <a href="https://runjemuhammad.com">Runje Muhammad Riswan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Selamat datang! Saya setuju bahwa konten yang menarik itu bagus. Tapi konten yang membuat audiens kamu jadi tergugah untuk melakukan sesuatu, itu lebih penting. Karena itulah dibutuhkan formula <em>copywriting</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konten marketing, kemampuan menyusun kata yang bisa mendorong audiens untuk klik, daftar, beli, atau sekadar share adalah bagian dari yang disebut <em>copywriting</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Copywriting </em>yang efektif akan membuat pesan kita terasa relevan, mudah dipahami, dan persuasif atau mendorong audiens untuk melakukan tindakan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Saja Formula Copywriting yang Perlu Diperhatikan?</h2>



<figure class="wp-block-image aligncenter size-large is-resized is-style-default"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/04/Apa-Saja-Formula-Copywriting-yang-Perlu-Diperhatikan_-1024x683.webp" alt="Apa Saja Formula Copywriting yang Perlu Diperhatikan?" class="wp-image-310" style="width:489px;height:auto" srcset="https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/04/Apa-Saja-Formula-Copywriting-yang-Perlu-Diperhatikan_-1024x683.webp 1024w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/04/Apa-Saja-Formula-Copywriting-yang-Perlu-Diperhatikan_-300x200.webp 300w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/04/Apa-Saja-Formula-Copywriting-yang-Perlu-Diperhatikan_-768x512.webp 768w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/04/Apa-Saja-Formula-Copywriting-yang-Perlu-Diperhatikan_-850x567.webp 850w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/04/Apa-Saja-Formula-Copywriting-yang-Perlu-Diperhatikan_.webp 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>image: Garret Oden</em></figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Copywriting </em>yang baik selalu dimulai dari pemahaman audiens. Apa kebutuhan mereka? Apa ketakutan mereka? Apa yang bikin mereka ragu untuk ambil aksi? Dan, apa yang bikin mereka jadi yakin untuk melakukan aksi? &#8211; Kamu bisa pelajari dari pembahasan mengenai <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/pain-point/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Pain Point</a> di 2 <em>page </em>sebelum ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah itu, kamu juga dapat gunakan struktur yang tepat yang bisa digunakan pada paragraf maupun artikel. Salah satu struktur yang sudah teruji dan banyak dipakai adalah <strong>AIDA</strong>:</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Attention</em>: Tarik perhatian dengan headline yang jelas dan menarik.<br><em>Interest</em>: Bangun ketertarikan lewat fakta, cerita, atau manfaat.<br><em>Desire</em>: Tunjukkan bagaimana solusi kamu bisa menyelesaikan masalah mereka.<br><em>Action</em>: Arahkan pembaca untuk melakukan sesuatu, seperti klik link atau isi form.</p>



<ol class="wp-block-list"></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Contoh:</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Masih bingung mulai dari mana buat bikin konten?” (Attention)<br>“Banyak brand kecil kesulitan karena nggak punya panduan yang jelas.” (Interest)<br>“Template <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/konten-plan/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">konten plan</a> ini sudah dipakai 500+ pengguna dan bantu mereka lebih konsisten.” (Desire)<br>“Download gratis di sini.” (Action)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hindari bahasa yang terlalu rumit. Gunakan kalimat yang ringkas, aktif, dan <em>to the point</em>. <em>Copywriting</em> bukan soal mengesankan, tapi soal menggerakkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kamu bisa menyisipkan urgensi agar audiens segera melakukan aksi seperti kata-kata “dapatkan sekarang juga”, “<a href="https://pmb.instiperjogja.ac.id/index.php/pengumuman/kesempatan-terbatas-ayo-menjadi-bagian-dari-generasi-unggul" target="_blank" rel="noreferrer noopener">kesempatan terbatas</a>”, atau pakai pendekatan emosional seperti “jangan sampai kamu ketinggalan”.</p>



<ol start="3" class="wp-block-list"></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Menulis <em>copy </em>yang efektif butuh latihan, tapi bisa dipelajari. Mulailah dengan memahami siapa yang kamu bantu, dan pikirkan apa satu tindakan kecil yang ingin kamu arahkan. Lalu uji terus, karena <em>copy </em>terbaik adalah hasil dari pengujian, bukan asumsi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konten yang bisa membuat audien melakukan aksi bukan tulisan yang paling keren, puitis, ilmiah, atau bahkan terstruktur, tapi yang paling nyambung dan jelas arahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain copy, visual yang baik juga akan menunjang audiens untuk melakukan aksi. Seperti apa maksudnya? Kita bahas di artikel selanjutnya. Sampai jumpa!</p>
<p>The post <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/formula-copywriting/">Page 10: Formula Copywriting yang Bikin Konten Kamu Jadi Penting</a> appeared first on <a href="https://runjemuhammad.com">Runje Muhammad Riswan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/formula-copywriting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Page 09: Membuat Konten Plan yang Terstruktur dan Realistis</title>
		<link>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/konten-plan/</link>
					<comments>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/konten-plan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Runje Muhammad Riswan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2025 15:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Digital Enthusiast]]></category>
		<category><![CDATA[Conten Plan]]></category>
		<category><![CDATA[Kalendar Konten]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Plan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://runjemuhammad.com/?p=304</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selamat datang! Salah satu masalah paling umum dalam produksi konten adalah semangat di awal yang cepat meledak… lalu hilang. Seperti permen Mentos yang kena soda, meletup sesaat, tapi nggak bertahan lama. Maka dari itu, dibutuhkan konten plan yang realistis dan berkelanjutan. Konten plan adalah perencanaan konten atau proses menyusun jenis, jadwal, dan tujuan konten yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/konten-plan/">Page 09: Membuat Konten Plan yang Terstruktur dan Realistis</a> appeared first on <a href="https://runjemuhammad.com">Runje Muhammad Riswan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Selamat datang! Salah satu masalah paling umum dalam produksi konten adalah semangat di awal yang cepat meledak… lalu hilang. Seperti permen Mentos yang kena soda, meletup sesaat, tapi nggak bertahan lama. Maka dari itu, dibutuhkan konten plan yang realistis dan berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konten plan adalah perencanaan konten atau proses menyusun jenis, jadwal, dan tujuan konten yang akan kamu buat dalam periode waktu tertentu. Fungsinya bukan hanya supaya kamu tahu “<em>mau posting apa</em>,” tapi juga supaya kontennya tetap terarah, konsisten, dan selaras dengan tujuan brand atau perusahaan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Kenapa Konten Perlu Direncanakan?</h4>



<p class="wp-block-paragraph">Tanpa perencanaan, konten sering kali jadi reaktif—posting karena panik, bukan karena strategi. Akibatnya, pesan yang disampaikan bisa berantakan dan kamu sendiri bisa burnout karena terlalu sering improvisasi. Kalender konten membantu kamu bekerja lebih efisien, karena kamu sudah tahu topik apa yang akan diangkat, kapan dipublikasikan, dan untuk siapa.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tips Membuat Konten Plan yang Realistis</h2>



<figure class="wp-block-image aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2024/02/Hero-Content-by-Nick-Youngson-CC-BY-SA-3-1024x683.webp" alt="Content Marketing dan Cara Membuatnya" class="wp-image-226" style="width:558px;height:auto" srcset="https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2024/02/Hero-Content-by-Nick-Youngson-CC-BY-SA-3-1024x683.webp 1024w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2024/02/Hero-Content-by-Nick-Youngson-CC-BY-SA-3-300x200.webp 300w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2024/02/Hero-Content-by-Nick-Youngson-CC-BY-SA-3-768x512.webp 768w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2024/02/Hero-Content-by-Nick-Youngson-CC-BY-SA-3-850x567.webp 850w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2024/02/Hero-Content-by-Nick-Youngson-CC-BY-SA-3.webp 1200w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Tentukan frekuensi yang masuk akal.</strong> Jangan langsung menargetkan posting tiga kali sehari jika kamu belum punya tim atau waktu yang cukup. Lebih baik konsisten sehari atau dua hari sekali daripada ambisius tapi cepat berhenti.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Gunakan template yang sederhana.</strong> Kamu bisa mulai dengan spreadsheet yang berisi kolom: Tanggal, Konten Pilar, Tujuan, dan Channel Distribusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Sesuaikan dengan siklus bisnis atau kegiatan audiens.</strong> Misalnya, target audiens kamu adalah ibu-ibu yang memiliki anak sekolah, kamu bisa buat konten untuk masa-masa libur sekolah, <em><a href="https://www.specs.id/back-to-school.html" target="_blank" rel="noreferrer noopener">back to school</a></em>, atau semacamnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Sisakan ruang untuk konten <em>riding the wave</em>.</strong> Meski punya rencana konten dengan strategi yang sesuai dengan <em><a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/pain-point/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">pain point</a></em> audiens, fleksibilitas tetap penting. Kadang ada tren yang bisa kita ikuti dan hal ini harus cepat untuk meningkatkan <em>engagement</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Evaluasi dan sesuaikan.</strong> Setelah berjalan beberapa minggu, lihat performa kontennya. Apa yang paling banyak menarik perhatian? Apa yang kurang diminati? Gunakan data ini untuk menyusun plan berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk lebih mudahnya, kamu bisa mengunduh konten plan sederhana di spreadsheet berikut: <a href="https://docs.google.com/spreadsheets/d/1Rjnv2yXRwQOqbj7002youThS_iZtEtsJAuHjyafy9Bk/edit?usp=sharing" target="_blank" rel="noreferrer noopener">klik di sini</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Terakhir, konsistensi jauh lebih penting daripada intensitas. Konten yang terencana dengan baik akan terasa lebih matang, dan yang paling penting: kamu nggak perlu lagi panik tiap mau posting. Pertanyaannya, kamu bikin konten plan bulanan, triwulan? atau tahunan? coba komen ya~</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai jumpa di <em>page </em>selanjutnya!</p>
<p>The post <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/konten-plan/">Page 09: Membuat Konten Plan yang Terstruktur dan Realistis</a> appeared first on <a href="https://runjemuhammad.com">Runje Muhammad Riswan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/konten-plan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Page 08: Menemukan Pain Points yang Bikin Audiens Semakin Klik</title>
		<link>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/pain-point/</link>
					<comments>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/pain-point/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Runje Muhammad Riswan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2025 16:17:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Digital Enthusiast]]></category>
		<category><![CDATA[Konten marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Pain point]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi konten]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://runjemuhammad.com/?p=301</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selamat datang! Salah satu hal penting dalam konten marketing adalah memastikan bahwa konten kita relevan. Bukan cuma menarik, tapi juga benar-benar menjawab kebutuhan dan keresahan audiens. Nah, di sinilah pain point jadi kunci. Pain point bisa diartikan sebagai masalah utama yang sedang dialami audiens kamu. Bisa berupa kebingungan, frustasi, keinginan yang belum tercapai, atau hambatan yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/pain-point/">Page 08: Menemukan Pain Points yang Bikin Audiens Semakin Klik</a> appeared first on <a href="https://runjemuhammad.com">Runje Muhammad Riswan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Selamat datang! Salah satu hal penting dalam konten marketing adalah memastikan bahwa konten kita <em>relevan</em>. Bukan cuma menarik, tapi juga benar-benar menjawab kebutuhan dan keresahan audiens. Nah, di sinilah <em>pain point </em>jadi kunci.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pain point bisa diartikan sebagai masalah utama yang sedang dialami audiens kamu. Bisa berupa kebingungan, frustasi, keinginan yang belum tercapai, atau hambatan yang bikin mereka stuck. Konten yang bisa membantu mereka memecahkan masalah ini cenderung lebih efektif, karena terasa <em>relatable</em> dan solutif.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://annhandley.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Ann Handley</a>, salah satu tokoh penting dalam dunia content marketing menyebutkan, “<em>Good content isn’t about storytelling. It’s about telling a true story well</em>.” Salah satu cara untuk menemukan cerita yang “true” adalah dengan memahami apa yang benar-benar dirasakan audiens. Ketika kamu tahu rasa sakit atau keresahan mereka, kamu nggak cuma bikin konten, kamu sedang membangun koneksi emosi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kenapa Harus Paham <em>Pain Point </em>Dulu?</h3>



<figure class="wp-block-image aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/03/Proyek-Baru-1-1024x576.webp" alt="" class="wp-image-294" style="width:426px;height:auto" srcset="https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/03/Proyek-Baru-1-1024x576.webp 1024w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/03/Proyek-Baru-1-300x169.webp 300w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/03/Proyek-Baru-1-768x432.webp 768w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/03/Proyek-Baru-1-1536x864.webp 1536w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/03/Proyek-Baru-1-850x478.webp 850w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/03/Proyek-Baru-1.webp 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Konten yang asal dibuat tanpa tahu siapa yang baca, -meski memiliki <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/strategi-seo/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">strategi SEO</a> yang berhasil hingga ditemukan oleh audiens- sering kali cuma di-<em>scroll</em> saja. Tapi ketika kamu tahu apa yang bikin audiens kamu gelisah atau penasaran, kamu bisa menyusun konten yang langsung <em>nempel</em>. Ini bukan soal gimmick, tapi soal empati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Misalnya kamu bikin konten seputar dunia <em>freelance</em>. Akan beda hasilnya antara:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Konten umum: “Tips jadi freelancer sukses”</li>



<li>Konten berbasis pain point: “5 Cara Atasi Klien yang Sering Telat Bayar”</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Judul kedua lebih spesifik dan langsung menyentuh masalah nyata yang dialami banyak <em>freelancer</em>. Di sinilah riset <em>pain point </em>punya peran penting: bikin konten kamu lebih terarah, tajam, dan bisa nyambung sama kehidupan nyata audiens.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Cara Sederhana Gali Pain Point Audiens</h4>



<p class="wp-block-paragraph">Ada beberapa cara untuk menggali pain point audiens secara praktis:</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>1. Amati tempat mereka berkumpul.</strong> Komentar di media sosial, thread di forum, ulasan marketplace, atau grup diskusi bisa jadi tambang <em>insight</em>. Cari tahu dimana audiens kamu biasanya berada dan masalah yang apa sering mereka hadapi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>2. Gunakan tools gratis.</strong> Google Suggest, AnswerThePublic, Ubersuggest, dan fitur “People also ask” di Google bisa kasih gambaran tentang pertanyaan atau keresahan yang sering ditelusuri audiens.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>3. Tanyakan langsung.</strong> Kalau kamu punya audiens kecil, manfaatkan mereka. Buat polling, kirim pertanyaan lewat DM, atau buka Q&amp;A. Jawaban-jawaban mereka bisa jadi bahan konten yang sangat relevan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ingat, konten yang efektif bukan cuma yang informatif, tapi juga kontekstual. Semakin kamu paham apa yang membuat audiens kamu merasa stuck, semakin besar peluang konten kamu akan diklik, dibaca, dan diingat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi, setelah baca artikel ini, coba kamu cari tahu apa pain point audiens kamu dan tulis di kolom komentar. Sampai jumpa!</p>
<p>The post <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/pain-point/">Page 08: Menemukan Pain Points yang Bikin Audiens Semakin Klik</a> appeared first on <a href="https://runjemuhammad.com">Runje Muhammad Riswan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/pain-point/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Page 07: Mengoptimalkan SEO di Semua Platform</title>
		<link>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/strategi-seo/</link>
					<comments>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/strategi-seo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Runje Muhammad Riswan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2025 16:52:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Digital Enthusiast]]></category>
		<category><![CDATA[Konten marketing]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[SEO konten]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://runjemuhammad.com/?p=296</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selamat datang! Kalau mendengar strategi kata SEO (Search Engine Optimization), biasanya kita sering mengaitkan dengan google dan website, tapi sebenarnya konsep ini juga berlaku di berbagai platform digital lainnya, seperti media sosial, YouTube, dan marketplace. Setiap platform memiliki algoritma pencarian sendiri yang menentukan bagaimana konten ditampilkan kepada pengguna. Misalnya Google mengutamakan relevansi dan kualitas konten [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/strategi-seo/">Page 07: Mengoptimalkan SEO di Semua Platform</a> appeared first on <a href="https://runjemuhammad.com">Runje Muhammad Riswan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Selamat datang! Kalau mendengar strategi kata SEO (<em>Search Engine Optimization</em>), biasanya kita sering mengaitkan dengan google dan website, tapi sebenarnya konsep ini juga berlaku di berbagai platform digital lainnya, seperti media sosial, YouTube, dan marketplace. Setiap platform memiliki algoritma pencarian sendiri yang menentukan bagaimana konten ditampilkan kepada pengguna. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Misalnya Google mengutamakan relevansi dan kualitas konten berdasarkan kata kunci dan <em>backlink</em>. Instagram &amp; TikTok menggunakan hashtag untuk menentukan visibilitas. YouTube menilai <em>watch time</em>, CTR (<em><a href="https://meson-digital.com/blog/ctr-adalah/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Click-Through Rate</a></em>), serta optimasi keyword dalam judul dan deskripsi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">SEO bukan hanya soal ranking di Google, tapi juga soal bagaimana konten ditemukan oleh audiens yang tepat di berbagai platform. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Bayangkan kamu membuat konten berkualitas, tapi sulit ditemukan orang. Itulah gunanya SEO—membantu konten muncul di pencarian dan menjangkau lebih banyak audiens secara organik. Di Google, SEO membantu artikel masuk ke halaman pertama. Di YouTube, video dengan judul dan deskripsi yang dioptimalkan lebih mungkin muncul di rekomendasi. Bahkan di Instagram atau TikTok, pemakaian hashtag dan keyword yang tepat bisa memperbesar peluang masuk ke explore.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Strategi SEO untuk Konten Digital</strong></h2>



<figure class="wp-block-image aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2024/02/Konten-Kamu-Mau-Dipasang-Di-Platform-mana.jpg" alt="Platform Mana yang Pas untuk Membuat Konten" class="wp-image-238" style="width:574px;height:auto" srcset="https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2024/02/Konten-Kamu-Mau-Dipasang-Di-Platform-mana.jpg 1024w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2024/02/Konten-Kamu-Mau-Dipasang-Di-Platform-mana-300x225.jpg 300w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2024/02/Konten-Kamu-Mau-Dipasang-Di-Platform-mana-768x576.jpg 768w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2024/02/Konten-Kamu-Mau-Dipasang-Di-Platform-mana-850x638.jpg 850w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">SEO di berbagai platform memiliki pendekatan yang sedikit berbeda, tapi prinsip dasarnya tetap sama: memahami apa yang dicari audiens dan mengoptimalkan konten agar lebih relevan.</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Riset Kata Kunci</strong><br>Apapun platformnya, keyword research adalah langkah pertama. Untuk blog atau website, gunakan tools seperti Google Keyword Planner. Di YouTube, lihat saran pencarian otomatis. Di Instagram atau TikTok, cek tren hashtag yang sedang populer.</li>



<li><strong>Optimasi Konten</strong>
<ul class="wp-block-list">
<li>Artikel &amp; Blog: Gunakan keyword di judul, subheading, meta description, dan internal linking.</li>



<li>YouTube &amp; TikTok: Letakkan keyword utama di judul, deskripsi, dan hashtag.</li>



<li>Instagram &amp; Twitter (X): Gunakan keyword dalam caption dan strategi hashtag yang relevan.</li>
</ul>
</li>



<li><strong>User Intent &amp; Engagement</strong><br>Algoritma di semua platform kini lebih memprioritaskan konten yang menarik dan interaktif. Semakin lama orang membaca artikel, menonton video, atau berinteraksi dengan postingan, semakin besar peluangnya untuk direkomendasikan.</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">SEO bukan hanya soal website atau Google. Setiap platform memiliki <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/clickbait/">algoritma pencarian</a> sendiri, dan memahami cara kerjanya bisa membuat strategi konten lebih efektif. Dengan menerapkan SEO secara menyeluruh, kontenmu bisa menjangkau lebih banyak orang, meningkatkan engagement, dan tentunya—lebih mudah ditemukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gimana, tertarik mencoba gunakan strategi SEO di konten kamu?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai jumpa!</p>
<p>The post <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/strategi-seo/">Page 07: Mengoptimalkan SEO di Semua Platform</a> appeared first on <a href="https://runjemuhammad.com">Runje Muhammad Riswan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/strategi-seo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Page 06: Clickbait dalam Konten Marketing</title>
		<link>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/clickbait/</link>
					<comments>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/clickbait/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Runje Muhammad Riswan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2025 16:35:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Digital Enthusiast]]></category>
		<category><![CDATA[Apa itu clickbait]]></category>
		<category><![CDATA[Clickbait]]></category>
		<category><![CDATA[Clickbait adalah]]></category>
		<category><![CDATA[Hook konten]]></category>
		<category><![CDATA[Konten marketing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://runjemuhammad.com/?p=292</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah memahami bagaimana membuat konten yang menarik, sekarang kita akan membahas salah satu teknik yang sering digunakan dalam digital marketing, yang sempat saya sounding sebelumnya juga di page Bagaimana Membuat Konten yang Menarik, yaitu clickbait. Teknik ini sering mendapat stigma negatif karena dianggap menyesatkan, tetapi jika digunakan dengan benar, teknik ini bisa menjadi alat yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/clickbait/">Page 06: Clickbait dalam Konten Marketing</a> appeared first on <a href="https://runjemuhammad.com">Runje Muhammad Riswan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Setelah memahami bagaimana membuat konten yang menarik, sekarang kita akan membahas salah satu teknik yang sering digunakan dalam digital marketing, yang sempat saya sounding sebelumnya juga di page <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/membuat-konten-yang-menarik/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Bagaimana Membuat Konten yang Menarik</a>, yaitu clickbait. Teknik ini sering mendapat stigma negatif karena dianggap menyesatkan, tetapi jika digunakan dengan benar, teknik ini bisa menjadi alat yang sangat efektif dalam strategi konten marketing.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Itu Clickbait?</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Clickbait adalah teknik pemasaran yang menggunakan judul atau elemen visual yang menarik perhatian audiens sehingga mereka tertarik untuk mengklik atau melihat lebih lanjut. Teknik ini biasanya digunakan untuk meningkatkan <em>traffic</em>, <em>engagement</em>, atau konversi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, ada perbedaan antara clickbait yang baik dan yang menyesatkan. Clickbait yang baik tetap relevan dengan isi konten dan memberikan nilai kepada audiens. Sementara yang menyesatkan hanya bertujuan untuk memancing klik tanpa memberikan informasi yang sesuai dengan ekspektasi audiens.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Neil Patel, pakar digital marketing, menyatakan bahwa &#8220;clickbait yang efektif adalah yang bisa menarik perhatian tanpa membuat audiens merasa tertipu.&#8221; Ia menyarankan penggunaannya didukung oleh data dan manfaat nyata agar tidak merusak reputasi brand.</p>



<figure class="wp-block-image aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/03/Proyek-Baru-1-1024x576.webp" alt="" class="wp-image-294" style="width:483px;height:auto" srcset="https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/03/Proyek-Baru-1-1024x576.webp 1024w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/03/Proyek-Baru-1-300x169.webp 300w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/03/Proyek-Baru-1-768x432.webp 768w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/03/Proyek-Baru-1-1536x864.webp 1536w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/03/Proyek-Baru-1-850x478.webp 850w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2025/03/Proyek-Baru-1.webp 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Clickbait bisa menjadi bagian dari strategi konten marketing jika diterapkan dengan benar. Agar lebih jelas, berikut tiga contoh clickbait yang menyesatkan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>&#8220;Kamu Tidak Akan Percaya Apa yang Terjadi Setelah Ini!&#8221; (Tidak jelas dan memanipulasi rasa penasaran)</li>



<li>&#8220;Dapatkan $10.000 dalam Sehari dengan Cara Ini!&#8221; (<a href="https://dke.co.id/id/blog/news-7/skincare-overclaim-hindari-perangkap-janji-palsu-44" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Janji berlebihan</a> tanpa bukti nyata)</li>



<li>&#8220;Artis Terkenal Ini Melakukan Hal yang Mengejutkan di Depan Kamera!&#8221; (Spekulatif dan sering kali mengecewakan)</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Dan berikut merupakan tiga contoh yang efektif:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>&#8220;5 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mengubah Hidupmu dalam 30 Hari!&#8221; (Jelas dan memberikan nilai)</li>



<li>&#8220;Pakar SEO Mengungkap: Strategi Rahasia yang Digunakan Website Teratas!&#8221; (Menarik dan berbasis data)</li>



<li>&#8220;Ini Alasan Kenapa 90% Startup Gagal di Tahun Pertama!&#8221; (Memancing rasa penasaran dengan fakta nyata)</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Agar clickbait tidak merugikan brand dan kepercayaan audiens, berikut beberapa prinsip yang harus diperhatikan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Jangan Menyesatkan – Headline harus sesuai dengan isi konten.</li>



<li>Berikan Nilai Nyata – Pastikan konten tetap memberikan manfaat kepada audiens.</li>



<li>Gunakan Emosi dengan Bijak – Rasa penasaran, urgensi, dan kejutan boleh digunakan, tetapi jangan berlebihan.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Clickbait bukan sesuatu yang harus dihindari sepenuhnya, tetapi perlu digunakan dengan strategi yang tepat. Jika dilakukan dengan cara yang etis, hal ini bisa menjadi <em>hook </em>yang ampuh untuk membuat konten kita terpilih untuk dibaca diantara jutaan konten yang bertebaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimana menurutmu? Apakah kamu pernah menggunakan teknik clickbait dalam strategi kontenmu? Share pengalamanmu di kolom komentar. Sampai jumpa!</p>
<p>The post <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/clickbait/">Page 06: Clickbait dalam Konten Marketing</a> appeared first on <a href="https://runjemuhammad.com">Runje Muhammad Riswan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/clickbait/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Page 05: Bagaimana Membuat Konten yang Menarik?</title>
		<link>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/membuat-konten-yang-menarik/</link>
					<comments>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/membuat-konten-yang-menarik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Runje Muhammad Riswan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2025 15:06:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Digital Enthusiast]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://runjemuhammad.com/?p=287</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selamat datang! Setelah membahas tentang pentingnya menentukan tujuan konten marketing, kali ini kita akan masuk ke bagian yang lebih teknis: Bagaimana membuat konten yang menarik? Dalam dunia digital marketing, konten adalah raja. Tapi, tidak semua konten bisa menarik perhatian audiens dan mencapai tujuan yang diinginkan. Nah, supaya konten kamu bisa efektif, ada beberapa elemen penting [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/membuat-konten-yang-menarik/">Page 05: Bagaimana Membuat Konten yang Menarik?</a> appeared first on <a href="https://runjemuhammad.com">Runje Muhammad Riswan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Selamat datang! Setelah membahas tentang pentingnya menentukan tujuan konten marketing, kali ini kita akan masuk ke bagian yang lebih teknis: <strong>Bagaimana membuat konten yang menarik?</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam dunia digital marketing, konten adalah raja. Tapi, tidak semua konten bisa menarik perhatian audiens dan mencapai tujuan yang diinginkan. Nah, supaya konten kamu bisa efektif, ada beberapa elemen penting yang perlu diperhatikan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">5 Prinsip untuk Menciptakan Konten yang Menarik</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2024/02/Hero-Content-by-Nick-Youngson-CC-BY-SA-3-1024x683.webp" alt="Content Marketing dan Cara Membuatnya" class="wp-image-226" srcset="https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2024/02/Hero-Content-by-Nick-Youngson-CC-BY-SA-3-1024x683.webp 1024w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2024/02/Hero-Content-by-Nick-Youngson-CC-BY-SA-3-300x200.webp 300w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2024/02/Hero-Content-by-Nick-Youngson-CC-BY-SA-3-768x512.webp 768w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2024/02/Hero-Content-by-Nick-Youngson-CC-BY-SA-3-850x567.webp 850w, https://runjemuhammad.com/wp-content/uploads/2024/02/Hero-Content-by-Nick-Youngson-CC-BY-SA-3.webp 1200w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>1. Kenali Audiens Kamu</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum membuat konten, kamu harus tahu siapa target audiensmu. Apa yang mereka butuhkan? Masalah apa yang mereka hadapi? Konten yang relevan dengan audiens akan lebih mudah diterima dan memberikan dampak lebih besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Tips:</strong> Buat <em><a href="https://1000startupdigital.id/customer-persona/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">customer persona</a> </em>atau lakukan riset kecil-kecilan untuk memahami siapa yang akan mengonsumsi kontenmu. </p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>2. Gunakan Headline yang Menarik</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Judul adalah elemen pertama yang menentukan apakah orang akan lanjut membaca atau tidak. Buatlah headline yang menarik, singkat, dan langsung ke inti. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kamu bisa menggunakan teknik <em>clickbait </em>yang tetap relevan, misalnya dengan menambahkan angka, pertanyaan, atau kata-kata emosional yang memancing rasa penasaran, tetapi tetap harus sesuai dengan isi kontennya dengan tetap relevan dengan judul yang menarik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Contoh yang sesuai:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Biasa:</strong> &#8220;Cara Menulis Artikel yang Baik&#8221;</li>



<li><strong>Menarik:</strong> &#8220;7 Rahasia Artikel yang Bikin Pembaca Ketagihan!&#8221;</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>3. Buat Konten yang Bernilai</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Konten yang baik adalah yang memberikan manfaat bagi audiens. Bisa berupa edukasi, hiburan, atau solusi atas permasalahan mereka. Hindari hanya sekadar ‘posting untuk posting’ tanpa value yang jelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Tanyakan ke diri sendiri:</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Apakah konten ini memberikan informasi baru?</li>



<li>Apakah ini bisa membantu menyelesaikan masalah audiens? </li>



<li>Apakah konten ini memberikan wawasan baru yang sebelumnya belum mereka ketahui?</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Jika memang brand atau perusahaan kamu tidak butuh untuk memberikan nilai informasi -misal media hiburan, maka kamu bisa memulai dengan pertanyaan lain:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Apakah konten ini akan menghibur audiens?</li>



<li>Apakah konten ini akan membantu audiens melepaskan sejenak permasalahannya?</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>4. Tambahkan Call-to-Action (CTA)</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap konten harus memiliki tujuan. Pastikan ada CTA yang jelas, apakah ingin mengajak audiens berkomentar, membagikan konten, atau mengunjungi halaman lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Contoh CTA:</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li>&#8220;Komen di bawah, kamu lebih suka konten dalam bentuk artikel atau video?&#8221;</li>



<li>&#8220;Bagikan artikel ini jika menurutmu bermanfaat!&#8221;</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>5. Sesuaikan dengan Platform yang Digunakan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap platform punya karakteristik yang berbeda. Konten di Instagram tentu berbeda dengan konten di LinkedIn, X (sebelumnya Twitter), atau TikTok, baik dari segi format, tone, maupun cara penyampaiannya. Instagram lebih visual, LinkedIn lebih profesional, X lebih ringkas, sementara TikTok lebih berbasis video pendek yang menghibur atau edukatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Contoh:</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Instagram → Visual kuat, teks pendek</li>



<li>LinkedIn → Insightful, profesional</li>



<li>X (sebelumnya Twitter) → Ringkas, to the point</li>



<li>TikTok → Video pendek yang engaging dan mudah dikonsumsi</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Pelajari tentang konten dan platformnya di: <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/page-03-konten-kamu-mau-dipasang-di-platform-mana/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Page 03: Konten Kamu Mau Dipasang Dimana?</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Membuat konten yang menarik bukan hanya soal menulis atau mendesain, tapi juga memahami audiens, memberikan nilai, dan menyajikannya dengan cara yang tepat. Dengan menerapkan elemen-elemen di atas, kontenmu bisa lebih engaging dan efektif!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, dari kelima tips ini, mana yang paling sering kamu terapkan? Atau kamu punya tips keenam? Komen di bawah!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai jumpa!</p>
<p>The post <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/membuat-konten-yang-menarik/">Page 05: Bagaimana Membuat Konten yang Menarik?</a> appeared first on <a href="https://runjemuhammad.com">Runje Muhammad Riswan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/membuat-konten-yang-menarik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Page 04: Menentukan Tujuan Konten Marketing</title>
		<link>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/tujuan-konten-marketing/</link>
					<comments>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/tujuan-konten-marketing/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Runje Muhammad Riswan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jul 2024 13:56:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Digital Enthusiast]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Konten]]></category>
		<category><![CDATA[Konten marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Tujuan konten marketing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://runjemuhammad.com/?p=279</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selamat datang! Setelah menentukan platform yang ingin kamu kuasai dalam pembahasan di artikel sebelumnya, kali ini saya akan membahas tentang pentingnya menentukan tujuan konten marketing dan bagaimana kamu bisa terapkan dalam strategi marketing. Dalam menyalurkan effort dan biaya dalam melaksanakan konten marketing, tentunya perusahaan tidak semata-mata melakukan begitu saja tanpa tujuan yang jelas. Untuk itu, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/tujuan-konten-marketing/">Page 04: Menentukan Tujuan Konten Marketing</a> appeared first on <a href="https://runjemuhammad.com">Runje Muhammad Riswan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Selamat datang! Setelah menentukan platform yang ingin kamu kuasai dalam pembahasan di artikel sebelumnya, kali ini saya akan membahas tentang pentingnya menentukan tujuan konten marketing dan bagaimana kamu bisa terapkan dalam strategi marketing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam menyalurkan <em>effort </em>dan biaya dalam melaksanakan konten marketing, tentunya perusahaan tidak semata-mata melakukan begitu saja tanpa tujuan yang jelas. Untuk itu, penting tentunya untuk menentukan tujuan konten yang akan dibuat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tujuan Konten Marketing yang Umum Dilakukan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam melaksanakan konten marketing, masing-masing <em>brand</em> memiliki tujuan tersendiri dan berbeda-beda satu dengan yang lain. Berikut ini saya jabarkan tiga tujuan yang umum dalam marketing konten.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Meningkatkan Kesadaran Merek</h4>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu hal penting dalam konten marketing adalah untuk meningkatkan kesadaran merek (<em>brand awareness</em>). Tujuan utamanya tentu untuk mengubah masyarakat dari yang awalnya tidak mengetahui adanya <em>brand </em>A hingga akhirnya mengenal <em>brand </em>A dan mulai mengidentifikasikan produk dengan <em>brand </em>tersebut.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Meningkatkan <em>Engagement</em></h4>



<p class="wp-block-paragraph">Menciptakan konten yang memicu interaksi dari audiens adalah tujuan lainnya yang tidak kalah penting. Konten interaktif seperti yang mengajak audiens untuk memberikan komentar dapat meningkatkan <em>engagement</em>. Selain itu, semakin <em>relate </em>suatu konten dengan audiens akan membuat <em>engagement </em>dapat terjadi secara organik. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenapa <em>engagement </em>itu penting? Semakin sering <em>brand </em>dan audiens berinteraksi, maka akan semakin tertanam dalam benak audiens mengenai <em>brand </em>tersebut. Dari sisi <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/page-03-konten-kamu-mau-dipasang-di-platform-mana/">algoritma platform</a>, setidaknya pada saat tulisan ini ditulis, <em>engagement </em>menjadi faktor yang sangat penting dalam viralitas suatu konten.  </p>



<h4 class="wp-block-heading">Meningkatkan Konversi</h4>



<p class="wp-block-paragraph">Tujuan yang menjadi fokus utama dalam setiap kegiatan marketing adalah untuk mengubah pengunjung menjadi pelanggan. Konten yang dirancang untuk meningkatkan konversi dapat berupa <em>landing page </em>yang efektif, <em>email </em>marketing yang persuasif, atau promo-promo produk yang menggiurkan audiens. </p>



<h4 class="wp-block-heading">Saran Penting: Diskusikan Selalu dengan Product Manager Brand Kamu!</h4>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam menyusun strategi konten marketing, penting untuk selalu kembali ke tujuan utama <em>brand</em>. Apakah kamu ingin meningkatkan <em>brand awareness</em>, meningkatkan atau membuat <em>engagement</em>, atau meningkatkan penjualan? Satu hal yang penting adalah diskusikan dengan <a href="https://campus.quipper.com/careers/product-manager">Product Manager</a>, atau orang lain yang berhubungan dengan <em>brand plan</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketiga hal di atas bisa jadi harus dilakukan bertahap dan berurutan, kamu harus meningkatkan <em>brand awareness </em>dahulu kemudian menciptakan <em>engagement </em>baru melakukan penjualan. Tapi, bisa jadi juga kamu hanya perlu fokus di salah satu langkahnya saja, </p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi, Sangat penting untuk mendiskusikan dengan internal dimana posisi <em>brand </em>kalian karena itu akan menentukan konten marketing seperti apa yang akan dieksekusi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sudah berdiskusi dengan tim dan menentukan posisi <em>brand </em>kalian ada di tahap apa? Komen yuk dan kita diskusikan bareng. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai jumpa!</p>
<p>The post <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/tujuan-konten-marketing/">Page 04: Menentukan Tujuan Konten Marketing</a> appeared first on <a href="https://runjemuhammad.com">Runje Muhammad Riswan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/tujuan-konten-marketing/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Page 03: Konten Kamu Mau Dipasang Dimana?</title>
		<link>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/page-03-konten-kamu-mau-dipasang-di-platform-mana/</link>
					<comments>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/page-03-konten-kamu-mau-dipasang-di-platform-mana/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Runje Muhammad Riswan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Feb 2024 16:07:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Digital Enthusiast]]></category>
		<category><![CDATA[Content Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://runjemuhammad.com/?p=235</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selamat datang! Saat ini, kamu mulai tertarik untuk membuat konten, satu hal yang perlu dipahami lebih dahulu adalah di mana konten itu akan didistribusikan. Tentu saja, keinginan atasan dan perusahaan adalah agar brand menjadi populer di semua saluran atau platform media sosial. Untuk brand yang sudah terkenal mungkin akan sedikit lebih mudah untuk tampil di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/page-03-konten-kamu-mau-dipasang-di-platform-mana/">Page 03: Konten Kamu Mau Dipasang Dimana?</a> appeared first on <a href="https://runjemuhammad.com">Runje Muhammad Riswan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Selamat datang! Saat ini, kamu mulai tertarik untuk membuat konten, satu hal yang perlu dipahami lebih dahulu adalah di mana konten itu akan didistribusikan. Tentu saja, keinginan atasan dan perusahaan adalah agar <em>brand </em>menjadi populer di semua saluran atau platform media sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk brand yang sudah terkenal mungkin akan sedikit lebih mudah untuk tampil di media sosial dan langsung populer, saya ambil contoh Subway yang langsung menjadi <em>trending topic</em> di tahun 2023 saat hadir di Indonesia dan mulai membuat akun media sosialnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski tidak men-<em>judge </em>yang dilakukan Subway adalah hal yang mudah, tapi untuk brand yang tidak sebesar Subway tentu akan jauh lebih berat tantangan untuk mendapatkan perhatian di media sosial. Nah, gimana caranya memulai untuk memperkenalkan brand kita ke khalayak netizen?</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Mulai dari Satu Platform</strong></h4>



<p class="wp-block-paragraph">Ada banyak platform untuk mendistriubsikan konten yang memperkenalkan brand kita kepada masyarakat. Satu yang banyak digunakan adalah media sosial. Saat ini, media sosial yang banyak dikunjungi adalah YouTube, Facebook, TikTok, Instagram, dan lainnya bisa cek gambar di bawah:</p>



<figure class="wp-block-image aligncenter size-large is-resized"><img decoding="async" src="https://images.squarespace-cdn.com/content/v1/635681ed3d7aee4d0ba58703/aab931f1-5796-4fa3-8338-9d4340ea5909/MAU-platform-media-sosial-indonesia-2023+%281%29.jpg?format=1500w" alt="" style="width:409px;height:auto"/></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dari data <a href="https://www.blog.slice.id/blog/edisi-2023-statistik-pengguna-media-sosial-terbaru">SliceID</a> di atas, melihat YouTube memiliki pengguna hampir setengah rakyat Indonesia, apakah kita bikin YouTube aja <em>kali, ya</em>? Ya, bisa jadi itu pilihan benar, tapi juga bisa jadi itu bukan pilihan yang bijak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan yang harus saya berikan adalah, apakah kamu memiliki keahlian dalam membuat video yang bagus? Atau, minimal, apakah kamu memiliki minat atau <em>passion </em>dalam pembuatan dan editing video? Jika iya, maka beruntunglah YouTube bisa menjadi pilihan saluran distribusi konten kamu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi, bagaimana kalau kamu tidak memiliki pengalaman tersebut? Belum punya tim maupun perlengkapan yang handal dalam pembuatan video sementara <em>campaign </em>sudah harus segera berjalan? Maka, sebaiknya kita memulai dari platform yang isi kontennya adalah sesuai dengan <em>passion</em> kamu.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Mengapa Penting Memilih Platform yang Sesuai dengan <em>Passion</em>?</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Tujuan utama dalam konten adalah komunikasi. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk dapat melancarkan komunikasi yang tepat dan akurat, konten yang dibuat dengan <em>passion </em>akan lebih berkualitas dan mudah dibuat daripada konten yang kamu buat di saat kamu tidak ada <em>passion </em>untuk itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi, dari berbagai pilihan <em>platform </em>media sosial yang ada, kamu bisa pilih salah satu yang paling cocok dengan kamu, lalu fokus untuk mengembangkan konten yang sesuai dengan minat kamu. Kalimat ini bukan akhir tapi akan menjadi awal yang baik untuk kamu coba.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oiya, satu lagi, saluran distribusi konten tidak terbatas pada media sosial saja, <em>lho</em>. Kamu bisa melalui saluran atau channel lain seperti blog, website, siniar alias <em>podcast</em>, bahkan surel yang biasa kamu kenal dengan <em>e-mail</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, bagaimana <a href="https://runjemuhammad.com/content-digital-marketing-learning/kenalan-dengan-content-marketing/">konten</a> itu dibuat, kita akan bahas di halaman selanjutnya. Sampai jumpa!</p>
<p>The post <a href="https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/page-03-konten-kamu-mau-dipasang-di-platform-mana/">Page 03: Konten Kamu Mau Dipasang Dimana?</a> appeared first on <a href="https://runjemuhammad.com">Runje Muhammad Riswan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://runjemuhammad.com/belajar-konten-marketing/page-03-konten-kamu-mau-dipasang-di-platform-mana/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
